BAB III SEJARAH MUHAMMADIYAH AL-IRSYAD PERSIS DAN NU A. Sejarah Muhammadiyah Secara bahasa atau etimologi Muhammadiyah adalah kata serapan dari bahasa Arab, asal katanya adalah - محمِّدٌ – محمَّد حمّد – يحمّد – تحميدا yaitu bentuk isim fail, arti محمّد adalah “ yang terpuji ”, dan ditambah dengan huruf “ iya nisbat ” yang mengandung makna menjeniskan, membangsakan atau bermakna pengikut Nabi Muhammad Saw. [1] Dan ditambah “ ta marbutoh ” diakhirnya sebagai sifat. Secara istilah atau terminologi Muhammadiyah adalah sebuah organisasi islam yang didirikan oleh Muhammad Darwis atau yang lebih dikenal dengan sebutan KH. Ahmad Dahlan [2] . Muhammadiyah didirikan pada tanggal 8 Dzulhijjah tahun 1330 H, bertepatan dengan tanggal 18 November tahun 1912 M di Yogyakarta. [3] Secara penaaman, sebenarnya KH. Ahmad Dahlan tidak sembarangan membuat nama. Tambah “ iya nisbat ” dan “ ta marbutoh ” dinama ormas ini adalah sebagai ben...
بسم الله الرحمن الرحيم الكلام هو اللّفظُ المُرَكّبُ المُفِيدُ بالوضْعِ “Kalam ialah lafadz yang tersusun dan bermakna lengkap” Maksudnya, kalam menurut istilah ahli ilmu nahwu, ialah harus memenuhi empat syarat, yaitu: 1. اللّفْظُ Lafadz, yaitu: هو الصوتُ المشتمل على بعض الحروف الهجائية “Ucapan yang mengandung sebagian huruf hijaiyyah” 2. المُرَكّبُ Murokab, yaitu: ما تَرَكّبَ من كَلِمَتَيْنِ فأَكْثَرَ “Ucapan yang tersusun atas dua kalimat atau lebih” 3. المُفِيْدُ Mufid (bermakna), yaitu: ما أفاد فائدة يحسن السكوت من المتكلم والسامع عليها “Ungkapan berfaedah yang dapat memberikan pemahaman sehingga pendengarnya merasa puas” 4. الوَضْع wadha’, yaitu: هو: جعل اللفظ دليلاً على معنى “Menjadikan lafadzh agar menunjukan suatu makna (pengertian)”
Komentar
Posting Komentar